Jakarta, 26 Desember 2012
Oleh : S.M
Oleh : S.M
Namaku Clara, inilah kisahku
Ketika
itu aku masih duduk di kelas 4 SD. Sejak kecil aku memang di kenal sangat
cengeng dan lemah. Tak jarang teman-teman di kelasku menjahiliku dan aku harus
pulang dengan sebuah tangisan karena
kejahilan mereka. Aku anak yang pintar, dan guru-guru di kelasku sangat
menyayangi aku, mungkin itulah sebabnya teman-temanku iri dan menganggap guruku
pilih kasih. Dari situlah aku mulai di jahuhi teman-temanku sampai pada suatu
saat sekolah kami harus di renovasi, maklumlah pada saat itu sekolah kami hampir
ambruk , lantainya sudah berlobang sana sini, belum kalau turun hujan pastilah
ruangan kelas kami kebanjiran . Pada saat itu aku masing sangat kecil, aku
masih kelas 4SD masih belum terlalu memahami apa yang terjadi. Kamipun karus
dipindahkan sementara dan bergabung dengan sekolah tetangga kami yang letaknya
tidak terlalu jauh dari sekolah kami yang hamper ambruk itu.
Sekolah baru, ruangan kelas
baru dan teman-teman baru , ada satu harapan di benakku, di kelasku sendiri aku
taidak mempunyai teman aku berharap teman-temanku yang baru bisa menerimaku. Meskipun
rasa takut itu ada apalagi kami hanya menumpang di kelas mereka pastilah mereka
akan menganggap kami hanya kelas 4 SD yang tidak punya sekolah dan harus
menumpang pada mereka. Hari pertama di kelas baru dengan suasana baru, memang sedikit
sangat padat, soalnya meskipun ruangan kelas besar tapi jumlah murid mereka 40
orang dan di tambah kami 30 orang jadi saat itu satu ruangan kelas di tempati
olah 70 anak.
Benar saja apa yang aku
takutkan, mereka sering mengejek kami. Kecuali teman-temanku yang memang dari
dulu berani mereka langsung di terima oleh mereka. dan aku hanya berharap ada
seseorang yang akan menyelamatkan aku dari masa-masa kecilku yang mengerikan.